KELAS 1 SMP :
Aku tinggal di kamar Fatimah 1. Punya banyak teman. Maci, Dina, Bebes, Cindy, Dea, Diba, Dian, Elsa, Fita, Fitri, Mape, Laras, Malai, Ridha, Ivi, Amoy, Aming, Tejanah, Wiwi, Sofi juga Zhia. Melalui hari-hariku sebagai status anak kelas 1 baru. Melewati hari-hari bersama kalian semua. Canda ... tawa .... Semuanya hadir menjadi satu. Apalagi pembimbingnya yang super cantik, baik dan menyenangkan. Ukhti Silva Agustini Hanifah. Selalu saja, perhatian yang dia torehkan kepada kami tak ada habisnya. Bimbingan setiap malam diisi dengan motivasi-motivasi darinya. Meski Ukhti Silva sedang sibuk belajar untuk menghadapi UN, tapi perhatiannya pada kami tak pernah berkurang sedikit pun. Terutama saat kamar Fatimah 1 menjadi kamar yang paling bersih. Bangga sekali! Saat kamar kami memenangkan kamar terapih dan terbersih juara satu juga memenangkan lomba mading antar kamar, kami menjadi juara satu lagi. Sangat bahagia sekali kami hari itu ...
Saat kami merayakan ulang tahun pembimbing dengan kue bergambar doraemon karena Ukhti Silva pecinta doraemon, senyum-senyum tulus itu mengembang semua ... Indah, damai, rukun ...
Tapi beberapa bulan kemudian, kami semua terpisah. Perpindahan kamar. Sediiih sekali! Sebelum kami pindah, kami bernyanyi lagu kebangsaan kamar Fatimah 1. Ukhti Silva juga turut hadir.
Kenangan lainnya, saat salah satu anak kamar kami bertingkah aneh, marah-marah tak jelas. Kami dilanda kebingungan. Sampai anak itu menyuruh kami untuk memanggil wali kelasnya dan Pak Dadang datang dengan nada yang marah. Kami menurutinya. Dan ternyata, dia menangis. Dia merasa tak di perdulikan di kamar ini. Aku juga merasakan hal yang sama sepertinya.
Dan saat kami berpisah, sebelum lemari kami diangkat oleh para lelaki kelas 1 yang membantu kami untuk mengangkat lemarinya karena berat, kami semua bernyanyi-nyayi ria ...
Ku gendong tas merahku di pundak
Selamat pagi semua ku
Ku nantikanUkhti Silva
Di depan kamarku, menantikan kamu
Ukhti ku tersayang ...
Ukhti tercinta ...
Tanpamu, apa jadinya kami?
Tak bisa baca doa, masalah nggak pecah-pecah?
Ukhtiku terimakasihku ...
Nyatanya diriku, kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan
:')
Hhhaaah ... bahagia rasanya kalian sudah beranjak dewasa
Meski kita tak lagi satu kamar, aku harap kalian tetap selalu mengingat semua kenangan yang sudah kita ukir, selalu menyapa kapan pun dan dimana pun. Aku harap kalian akan selalu menyimpan, mengenang semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar